
Para peneliti telah menemukan petunjuk baru mengenai mengapa obat AIDS yang digunakan secara luas memiliki efek samping tertentu seperti penimbunan lemak secara misterius.
Paralel antara efek samping protease inhibitors (komponen penting dalam campuran obat HIV) dan kondisi genetika yang mengakibatkan penuaan dini mungkin dapat membantu menjelaskan pengendapan lemak yang seringkali membuat lemah pasien dan hasil lain. Protease inhibitors dapat mengakibatkan gangguan metabolisme seperti penimbunan tak sehat kolesterol di dalam darah, tekanan darah tinggi, dan meningkatnya resiko diabetes.
Zat tersebut juga memicu kondisi yang disebut lipodystrophy yang merupakan pembagian kembali secara aneh lemak sehingga pipi dan anggota tubuh lain pasien tertimbun lemak, dan adanya lemak buffalo hump yang ada di punggung serta tengkuk.
Para dokter telah lama bertanya-tanya mengenai bagaimana protease inhibitors dan obat lain HIV dapat mengakibatkan efek samping semacam itu, yang terjadi pada puluhan ribu pengguna obat di seluruh dunia, kata Dr. Charles Flexner dari John Hopkins University School of Medicine.
Dalam upaya untuk mengungkap kondisi itu, satu kelompok ilmuwan dari University of California Los Angeles dan Purdue University di Indiana menggunakan protease inhibitors pada sel tikus dan manusia, dan mendapati bahwa zat tersebut mengendapkan bentuk khusus gumpalan protein yang disebut prelamin A.
Obat itu memicu kondisi tersebut dengan menghalangi gerakan protein lain (ZMPSTE24) yang mengubah prelamin A menjadi bentuk yang bermanfaat, demikian laporan mereka dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.
Sel-sel, tingkat ZMPSTE24 menjadi lebih rendah saat pasien mulai menggunakan protease inhibitors.
Christine Hrycyna dari Purdue University, yang terlibat dalam studi tersebut, mengatakan terhalangnya protein itu mungkin memberi sumbangan bagi efek samping metabolis dari protease inhibitors.
Pasien dengan gejala penuaan dini, termasuk Hutchinson-Gilford progeria, memiliki gejala yang menyerupai efek samping tersebut, dan protein yang sama tertimbun di dalam sel mereka, kata Hrycyna. Namun tidak jelas bagaimana itu dapat berdampak pada metabolisme, katanya.
"Efek samping ini barangkali bukan hanya disebabkan oleh satu kondisi sederhana saja," kata Hrycyna.
"Saya kira naskah ini mungkin memberi wawasan baru mengenai mekanisme yang mungkin bagi sebagian efek samping protease inhibitors," kata Flexner.
8.3.08
Efek Samping Obat HIV Mulai Dapat Dijelaskan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar